Hari ini saya jalan-jalan menyusuri jalan kota Malang menggunakan Vespa tua 'warisan' bapak saya. Sejatinya menikmati sensasi berkendara dengan Vespa akan terasa pada kecepatan rendah. Apa lagi, Vespa adalah kendaraan yang kedua remnya masih menggunakan teknologi lawas berupa kampas rem sistem tromol. Karenanya, Vespa akan sulit direm atau berhenti mendadak.Namun saya justru lebih merasa aman saat menggunakan skuter tua buatan Italia itu dibanding dengan motor-motor buatan Jepang. Maklum, seluruh bodinya terbuat dari besi, kecuali rodanya yang terbuat dari karet.
Tapi ada satu hal yang sellau membuat saya was-was saat menaiki kendaraan tersebut, yaitu tukang parkir yang memotong tiba-tiba untuk menyebrangkan mobil/ motor. Atau orang yang gaya berkendaranya menggunakan gaya 'asal potong jalan'. Saya sendiri bukan takut jatuh atau keserempetnya, yang saya takutkan justru kalau motor Vespa saya lecet atau penyok.. hahaha... Kalau tabrakan terjadi, antar motor, tentu saya lebih aman, ataupun dengan mobil sekalipun mudah-mudahan masih aman.
Singkat cerita, pagi dan siang ini hampir ada dua tumbal yang akan menjadi sajian moncong Vespa saya. Pertama adalah bapak-bapak tua yang berjalan tepat didepan saya dengan motor bebeknya, dan tiba-tiba berbelok ke kanan tanpa tanda. Untung motor saya saat itu berjalan pelan, bayangin aja kalo pas jalan kenceng, apa jadinya bapak t